Showing posts with label Kisah islam. Show all posts
Showing posts with label Kisah islam. Show all posts

Pohon Yang Menaungi Rasullah Masih Hidup Segar Hingga Ke Hari Ini





POHON NABI SAW YANG MASIH HIDUP HINGGA SEKARANG

POHON NABI yang dimaksud dengan Pohon Nabi adalah Pohon yang pernah menanungi Nabi Muhammad Saw. dari terik matahari. Pohon Nabi ini sudah berumur ribuan tahun, namun anehnya Pohon Nabi ini masih hidup dan berbuah hingga sekarang.

Pohon Nabi ini sekali lagi menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad Saw. Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh Allah Swt. agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah masa lalu. Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.

Dulu ketika Rasulullah Saw. melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra.) untuk berdagang, Rasulullah Saw. pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Pada saat Rasulullah Saw. berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau Saw. dari panasnya terik matahari.

Seorang rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah Saw. itu seraya berkata: “Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu.”

Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur walaupun berada di tengah-tengah padang pasir yang kering kerontang serta tiada tumbuhan yang hidup sepertinya. Allah Swt. menghidupkannya dengan kehendaknya.




TAHUKAH ANDA APAKAH POHON INI ?

Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW, Pohon yang diberkati.Sehingga sekarang pokok ini masih hidup lagi di Jordan. Sebab itu ianya digelar “ the only living sahabi ” atau “sahabat Nabi yang masih hidup”.

Sedikit sejarah mengenainya…

Ketika Rasulullah SAW keluar ke Syam bersama Maisarah – pekerja Sayyidatuna Khadijah ra- untuk berniaga, Baginda SAW pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana.

Semasa Baginda SAW berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi Baginda SAW daripada cahaya matahari.

Seorang paderi yang melihat kejadian ini datang bertemu Maisarah & menunjukkan kepadanya pohon tempat teduhan Rasulullah SAW itu dengan berkata: “Hanya seorang Nabi sahaja yang berteduh di bawah pohon ini.”

Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa’awiyya di negara Jordan. Dari segi geografi, ia berdekatan dengan kota Bosra di Syria.




Sebagaimana kita tahu, Rasulullah S.A.W dua kali tiba di Bosra :

1. Ketika bersama bapa saudaranya Abi Talib sewaktu berumur 12 tahun & bertemu dengan Rahib Buhaira dan terserlah tanda kerasulan baginda SAW di belakang bahu sepertimana tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan nabi akhir zaman.

2. kali kedua rasulullah SAW ke bosra membawa barang dagangan saidatina khadijah. Apa yg menarik selepas dari tanah Tabuk hingga ke Bosra Kelihatan Pohon Nabi SAW yang mampu hidup subur di tanah gersang padang pasir ini . . .

sejauh lebih 500km kita tidak akan berjumpa dengan pokok seumpama di atas. Lihatlah sampai hari ini ia tetap subur walaupun berada di tengah-tengah padang pasir yang kering kontang. Tiada tumbuhan yang boleh hidup sepertinya. ALLAH menghidupkannya dengan kehendak-NYA jua.

Dan di dalam foto ini juga, Habib Umar Benhafidz seorang daripada keturunan Rasulullah SAW menziarahi pohon di mana Datuknya – Rasulullah SAW – pernah berada di situ.

SubhanAllah, Indahnya Ciptaan Allah SWT



Perbezaan Antara Maksud Muhrim Dan Mahram





Zaman kini ramai yang tidak tahu apakah maksud muhrim dan mahram. Kebanyakkan sentiasa tertukar, apakah yang dimaksudkan dengan mahram. Apakah maksud muhrim. Dalam wikipedia sekali pun, kalau kita google. Maksud muhrim dan mahram di sama ertikan walhal muhrim berbeza dan mahram berbeza.

Muhrim 
adalah perkataan Arab. Ia membawa maksud orang yang sedang melakukan ihram haji ataupun umrah. Orang ini dilarang melakukan beberapa perkara sepanjang menunaikan kedua-dua ibadat ini sebagaimana yang banyak diperkatakan di dalam kitab-kitab feqah.Manakala mahram pula bermaksud :

Mahram 
pula bermaksud orang yang haram berkahwin dengan kita seperti adik kita, emak mertua kita dan lain-lain.
Jadi, kesimpulan yang boleh dibuat. Ubah ayat kita dengan penggunaan perkataan muhrim dan mahram yang baik. 

Contoh yang boleh diberi.
Memegang babi adalah jauh lebih baik daripada memegang tangan bukan mahram.Orang muhrim tidak dibenarkan menutup kepala bagi lelaki dan menutup muka serta memakai sarung tangan bagi wanita, memakai pakaian berjahit bagi lelaki, memakai bau-bauan pada badan, pakaian dan makanan, memakai minyak pada rambut dan janggut, mencabut bulu atau rambut dan badan, memotong kuku, membunuh binatang buruan, bercumbu-cumbuan yang menaikkan nafsu syahwat, jimak (bersetubuh), melakukan akad nikah, mewali pernikahan atau menikah (Nikah yang dilakukan dalam ihram adalah tidak sah) ketika berihram.  

Adakah Oral Seks Dan Posisi 69 Haram Dalam Islam??





Hukum Oral S*ks dan posisi 69 dalam Islam

Pertanyaan:

Assalamu’alikum
Maaf ustaz, saya mahu bertanya tentang hukum oral s*ks atau mencium kemaluan pasangan baik untuk suami ataupun sebaliknya. Lalu bagaimana dengan oral s*ks dengan posisi 69, maaf posisi s*ks 69? Apakah itu dibolehkan?
Terima kasih atas jawapannya.


Jawapan:

Bismillahirrahmanirrahim.
Hubungan seksual antara pasangan suami istri bukanlah hal yang terlarang untuk dibicarakan didalam Islam. Namun, bukan pula hal yang dibebaskan sedemikian rupa bak layaknya seekor haiwan yang berhubungan dengan sesamanya.

Hubungan s*ks yang baik dan benar, yang tidak melanggar syariat selain merupakan puncak keharmonisan suami isteri serta penguat perasaan cinta dan kasih sayang diantara mereka berdua maka ia juga termasuk suatu ibadah disisi Allah swt, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

”..dan bersetubuh dengan isteri juga sedekah. Mereka bertanya,’Wahai Rasulullah, apakah jika diantara kami menyalurkan hasrat biologisnya (bersetubuh) juga mendapat pahala?’ Beliau menjawab,’Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa?, maka demikian pula apabila ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Islam memandang s*ks sebagai sesuatu yang moderat sebagaimana kerekteristik dari islam itu sendiri. Ia tidaklah dilepas begitu saja sehingga manusia bisa berbuat sebebas-bebasnya dan juga tidak diperketat sedemikian rupa sehingga menjadi suatu pekerjaan yang membosankan.

Pertanyaan tentang Jima’ dengan cara 0ral s*ks selalu menjadi primadona selama ini. Apakah tabu atau tidak. Tahukah Anda bahwa dalam Islam sebelum melakukan hubungan s*ks, kita dianjurkan untuk melakukan foreplay (mula’abah) atau permainan pendahuluan?

Ini dianjurkan agar hubungan seksual yang dilakukan tidak menyerupai hubungan seksual yang dilakukan oleh binatang. Tanpa pemanasan. Sehingga diharapkan tidak ada pihak yang tersakiti. Dan sangat diharapkan kedua belah pihak untuk bisa menikmatinya. Salah satu bentuk foreplay dalam pengetahuan seksuali moden iaitu tadi oral s*ks, atau mencium farj (kemaluan) pasangan baik istri kepada suaminya ataupun sebaliknya. Dan lebih ‘ekstrim’ lagi yaitu dengan oral s*ks dengan posisi 69.

Lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut?
Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi masalah tersebut (oral s*ks). Ada yang membolehkan, namun ada yang memakruhkan dan condong untuk melarangnya.

1. Dibolehkan dengan syarat

Dibolehkan karena pada dasarnya segala sesuatu itu boleh (mubah) kecuali ada dalil yang melarangnya. Dan memang hal ini tidak bisa dihukumi sebagai perbuatan yang haram, karena tidak adanya dalil yang munasabah yang mengharamkannya.

Seperti halnya jimak (bersetubuh) hingga orgasme dibolehkan karena itu adalah puncak kenikmatan, maka dibolehkan pula kenikmatan-kenikmatan yang didapat (meskipun tidak mencapai orgasme) iaitu cumbu rayu, berpelukan, mencium hingga oral yang membuat suami-istri saling menikmati.


Allah Berfirman dalam Al Quran:
”Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercucuk tanam, Maka datangilah tanah tempat bercucuk-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al Baqoroh : 223)

Namun apabila oral s*ks ternyata telah terbukti membawa impak bahaya bagi pasangan, seperti contoh oral s*ks yang mengakibatkan pasangan sakit atau tertimpa bahaya (mungkin karena kotor karena adanya najis atau adanya cairan yang berbau keluar dari farj) maka hal tersebut masuk pada kategori larangan dan tidak boleh dilakukan.


2. Makruh dan condong pada larangan.

Yang berpendapat tentang larangan oral s*ks dan termasuk didalam kategori tersebut adalah posisi 69 (maaf, posisi dimana pasangan saling berhadapan namun berlawanan arah kepala) karena hal tersebut menyalahi kudrat dan fitrah manusia sebagai hamba yang diberi akal fikiran yang lebih tinggi derajatnya dari binatang. Sebab manusia diberi lisan untuk membaca al Quran dan bertutur kata yang baik, maka tidak tepat jika digunakan untuk mencium ‘sesuatu’ yang bisa mengeluarkan najis (kencing, haid, madzi dst)

Tentu kita tidak akan pernah menemukan sepasang haiwan yang melakukan hal tersebut, namun ternyata manusia banyak yang melakukan bahkan gemar dan menjadi cara yang populer dikalangan masyarakat saat ini.

Hal tersebut bisa terjadi karena pengaruh kehidupan masyarakat barat. Masyarakat Barat adalah masyarakat liberal (serba bebas) termasuk dalam urusan seksual. Tujuan akhir yang mereka cari hanyalah kepuasan, dalam hal ini orgasme. Jika pemanasan dalam Islam adalah agar farj istri siap dimasuki farj suami, maka Barat tidak mengharuskan jalan ini. Jika dengan dimasukkan dubur wanita/lelaki atau mulut wanita/lelaki bisa tercapai kepuasan, maka hal itu akan dilakukan. Itulah sebabnya kenapa posisi 69 menjadi pilihan masyarakat barat, khususnya kaum gay dan lesbian.

Jika dalam kehidupan sehari-hari saja kita dilarang untuk bersikap tasyabuh (ikut-ikutan), maka apalagi dalam masalah jimak yang mana didalamnya islam menjunjung tinggi fitrah manusia yang diberi akal fikiran, tentu dilarang pula untuk bertasyabuh dengan mereka. Wallahua’lam

Kesimpulan:

Cara s*ks dengan oral dan juga termasuk didalamnya posisi 69 pada hakikatnya adalah boleh. Namun meskipun hal itu mubah, tetapi lebih afdhol dan lebih baiknya ditinggalkan.

Pada dasarnya sepasang suami-istri boleh bersenang-senang dengan saling menikmati seluruh badan antara satu sama lainnya kecuali jika ada dalil yang melarangnya. Akan tetapi perbuatan tersebut tidak disukai (makruh) karena masih ada cara lain yang lebih baik dan menyenangkan.

Di lain sisi jika s*ks oral membawa dampak bahaya bagi pasangan, maka sudah seharusnya dijauhi karena mengingat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah  bersabda:

"Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya." 

(HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih).

Oleh: Abu Syauqie Al Mujaddid (Pengasuh Solusi Islam & Islamisasi)
Artikel: www.solusiislam.com

Insaf ~ 100 Hari Tanda-Tanda Sebelum Kematian Anda


Tanda 100 hari sebelum sakaratulmaut.

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambaNya dan hanya akan disedari oleh mereka yang dikehendakiNya. Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, sama ada mereka sedar atau tidak sahaja.

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil. Contohnya seperti jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.

Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka yang sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang manfaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

• Tanda 40 hari sebelum hari mati.

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa.

Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

• Tanda 7 hari.

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.

• Tanda 3 hari.

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

• Tanda 1 hari.

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

• Tanda akhir.

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Wallahua’lam..


Ben Afflect Dipuji Kerana Mempertahankan Islam


Ben Affleck yang bakal muncul di dalam filem Batman telah berjaya memenangi hati jutaan penganut agama Islam seluruh dunia apabila mempertahankan agama tersebut di dalam rancangan televisyen bersama Bill Maher. Seorang lagi tetamu di dalam rancangan tersebut iaitu Sam Harris tiba-tiba mengkritik Islam dengan merujuk kepada cara Islam melayan kaum wanita, golongan homoseksual dan mereka yang tiada agama yang beliau sifatkan telah sebagai tidak dapat diterima akal.

Contoh-contoh dan kenyataan yang diberikan oleh Ben Affleck memang sangat jitu dan padat. Namun ia tetap gagal diterima oleh Sam Harris yang akhirnya mengalah dan memaklumkan yang tidak mungkin dirinya dan Ben Affleck akan mencapai kata persetujuan di dalam isu ini. 

Sebelum ini beberapa pelakon/penyanyi gred A Hollywood seperti Selena Gomez juga telah mempersoalkan tindakan serangan Yahudi terhadap Palestin. Walaupun mendapat kecaman daripada para peminatnya, Selena Gomez tetap utuh berdiri dengan pendapatnya. Semoga kenyataan Ben Affleck ini dapat membuka hati orang ramai untuk mengenali Islam dengan lebih lanjut. Terima kasih Ben Affleck atas usaha anda.

Merungkai Kisah Yakjuj Dan Makjuj



Yakjuj dan Makjuj adalah dua bangsa manusia yang akan muncul ketika dunia hampir kiamat untuk melakukan kejahatan dan kerosakan dasyat di muka bumi ini. Bangsa-bangsa ini dikatakan telah wujud sejak ribuan tahun lalu tetapi mereka dikurung di suatu lokasi rahsia oleh seorang pemerintah silam iaitu Zulkarnain. Sejak dikurung di lokasi tersebut, mereka terus hidup dari satu keturunan hingga ke keturunan yang lain sehinggalah tibanya waktu pembebasan mereka iaitu menjelang hari kiamat.

Sejak kewujudan bangsa-bangsa tersebut di ketahui umum, pengkaji terus-menerus mencari jawapan kepada pelbagai persoalan mengenai kehidupan mereka serta lokasi misteri yang mengurungi bangsa tersebut. Siapa sangka di sebalik kemajuan ketamadunan yang menghasilkan banyak bandar-bandar besar dibina di seluruh dunia, masih wujud bangsa misteri di satu lokasi yang menjadi ‘pusat tahanan’ Yakjuj dan Makjuj dan lokasi itu telah pun berjaya dijumpai pada hari ini bersama benteng atau temboknya.

Al-Quran tidak menerangkan siapa sebenarnya Yakjuj dan Makjuj, daripada bangsa dan keturunan mana mereka itu. Al-Quran hanya menjelaskan sifat-sifat mereka, iaitu kaum pembuat kerosakan di bumi, kalau tembok penghalang dibuka, mereka akan turun mengalir seperti mengalirnya air bah, dan apabila tembok penghalang kukuh, mereka tidak masuk dan tidak dapat membuat kerosakan. Kewujudan bangsa ini diceritakan sendiri oleh Allah swt menerusi firman-Nya di dalam kitab suci Al-Quran. Antaranya, menerusi surah al-kahfi, ayat ke-92 hingga 98, Allah swt berfirman: -

Sehingga apabila ia sampai di antara dua gunung, ia dapati di sisinya satu kaum yang hampir-hampir mereka (Zulkarnain) tidak dapat memahami perkataan.

Mereka berkata: “Wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka?”

Allah swt menceritakan pula mengenai kebangkitan bangsa Yakjuj dan Makjuj, pada hari-hari terakhir dunia. Yakjuj dan Makjuj akan turun ke dunia melalui puncak-puncak gunung tinggi. Menerusi surah al-Anbiyaa’, ayat ke-96 dan 97, Allah swt berfirman:

Demikianlah keadaan mereka) hingga apabila terbuka tembok yang menyekat Yakjuj dan Makjuj, serta mereka meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi.
Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): “Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri”.

Menurut sebahagian ulama, Yakjuj dan Makjuj adalah keturunan Yafis, putera Nuh itu. Demikian juga pendapat Nasafi, seorang ahli fekah, usul fekah dan tafsir yang bermazhab Hanafi yang menyatakan bahawa Yakjuj berasal daripada suku Turk, manakala Makjuj pula berasal daripada suku Jail serta Dailam keturunan Yafis yang membuat kerosakan di muka bumi. Mereka tidak mati dan masing-masing memiliki 1,000 keturunan yang dilengkapi dengan senjata.




Puncak gunung yang dikatakan sebagai tempat Yakjuj Makjuj akan turun di akhir zaman nanti adalah di pergunungan Caucasus dan juga banjaran-banjaran tinggi di sekitar Mongolia, Kazakhstan dan juga Russia Selatan contohnya seperti banjaran Himalaya, Tien Shan, Elbruz, dan lain-lain. Banjaran-banjaran yang tinggi itu merupakan tembok semula jadi ciptaan Allah swt sebagai penghalang daripada ancaman dashyat Yakjuj dan Makjuj dan selebihnya pula adalah tembok-tembok ciptaan manusia sendiri iaitu Tembok Besi Iskandar Zulkarnain di Fergana, Tembok Besar China, Gerbang Besi Tiemen Kuan, Tembok Derbend di Gunung Caucasus, Tembok Gorgan di Iran Utara dan Tembok Kota Zeng Zhou (segala kebenarannya hanyalah milik Allah swt).

Tembok-tembok inilah yang dikatakan telah menyekat serangan Yakjuj dan Makjuj  terhadap penduduk terdekat suatu ketika dahulu. Selain dari kisah sejarah Tembok Besi Zulkarnain, pernahkah anda meneliti sejarah mengenai tujuan pembinaan Tembok Besar China? . Sejarah telah mencatatkan bahawa puak-puak nomad Mongol (diyakini sebagai suku kaum Yakjuj) dan puak-puak nomad Turkik (diyakini sebagai kaum Makjuj) telah lama mengganggu dan menyerang ketenteraman penduduk di China lalu Tembok Besar China dibina bagi menghalang kaum Yakjuj dan Makjuj daripada mencoroboh masuk! Perhatian, Tembok Besar China bukanlah tembok yang dibina oleh Zulkarnain. Sesetengah pengkaji Islam menyatakan bahawa Tembok Besi Zulkarnain diyakini berada di Tasik Toktogul di sekitar banjaran Tien Shan, di Fergana (segala kebenarannya hanyalah milik Allah swt).

Dalam surah Al-Kahfi ayat ke-90 ada menyatakan bahawa Zulkarnain tiba ‘di tempat terbitnya matahari’ yang mana lokasinya adalah di Timur bumi. Yakjuj dan Makjuj berasal dari bangsa Tartar, Khazar dan juga Mongol iaitu di sekitar selatan Russia, Mongolia serta Kazakhstan. Sesetengah ulama’ juga ada menceritakan bahawa bangsa itu telah lama dikurung di kawasan Asia Tengah. Mengikut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ciri-ciri suku kaum Yakjuj dan Makjuj dikatakan seperti orang Asia Tengah iaitu berkulit kuning, bermuka bulat, dan tidak ubah seperti bangsa Scythian Asiatik (Mongol = Yakjuj) dan Scythian Eropah (Russia Selatan = Makjuj). Hipotesis yang paling kuat buat masa ini telah menyatakan bahawa memang mereka la bangsa itu

Segala kebenaran hanyalah milik Allah swt.




Merungkai Misteri Bulan Terbelah Dua



Kisah bulan terbelah dua, bukan ilusi atau khayalan. Ia bukan sihir & silap mata. Malah ini adalah kisah yang benar-benar berlaku. Kajian sains oleh angkasawan NASA mendapati bahawa seketika dulu bulan pernah terbelah dua. Kajian ini dijalankan apabila gambar-gambar yang dirakamkan oleh satelit dan teleskop menunjukkan terdapat garisan rekahan pada bulan.


NASA telah menghantar 3 angkasawanya untuk kajian yang lebih terperinci tentang bulan . Setelah mereka membuat kajian, kesimpulannya, bahawa bulan pernah terbelah dua.

Setelah hasil kajian ini didedahkan kepada umum, alangkah terkejutnya mereka, apabila diberitahu bahawa kisah bulan terbelah dua ini telah diceritakan oleh Al-Quran kira-kira 1400 tahun yang lalu.



Bulan terbelah dua pada zaman Rasulullah SAW adalah kisah benar yang dirakam dalam Quranul Karim iaitu dalam satu surah yang Allah namakan sendiri Suratul Qamar (Surah Bulan). 

Allah berfirman:

"Sungguh telah dekat Hari qiamat, Dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)"

Memang ada hadis yang meriwayatkan peristiwa terbelahnya bulan di zaman Nabi saw. masih di Mekah. Hal ini terjadi ketika kaum musyrikin 'mencabar' Nabi untuk menunjukkan bukti kenabiannya dengan meminta membelah bulan.

Ini adalah beberapa di antaranya:

Hadis daripada Abdullah bin Mas'ud ra., Ia berkata: Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah saw., Lalu Rasulullah saw. bersabda: Saksikanlah oleh kalian. (Shahih Muslim No.5010)

Hadis daripada Anas ra.: Bahawa penduduk Mekah meminta kepada Rasulullah saw. untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah saw. memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali. (Shahih Muslim No.5013)

Hadis daripada Ibnu Abbas ra.: Sesungguhnya bulan pernah terbelah pada zaman Rasulullah saw .. (Shahih Muslim No.5015)

Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, cuba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang boleh membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek)?

Rasulullah bertanya, "Apa yang kamu inginkan?" Mereka menjawab, "Cuba belah bulan ..." Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sendirinya. Serta-merta orang-orang musyrik pun berkata, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!"

Akan tetapi para ahli mengatakan bahawa sihir, memang benar boleh saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak boleh menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan.

Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama dari perjalanan menuju Mekkah, orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masing-nya kemudian bersatu kembali ... "

Maka sebahagian mereka pun beriman, dan sebahagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh kerana itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata," Ini adalah sihir yang terus-menerus ", dan mereka mendustakannya , bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ... (sampai akhir surah Al-Qamar).


Peristiwa bulan terbelah ini memang benar berlaku dan wajib dipercayai. Walaupun ada yang mempertikaikannya kerana bertentangan dengan ilmu sains namun muzjizat Rasulullah tidak dapat dibuktikan dengan kaedah saintifik. Seperti juga mukjizat Nabi Isa boleh menghidupkan orang yang mati juga bertentangan dengan ilmu pengetahuan manusia.

Peristiwa bulan terbelah bukan saja disaksikan oleh penduduk Mekah tetapi juga dilihat oleh penduduk di seluruh semenanjung Tanah Arab. Apabila mereka datang ke Mekah menceritakan pernah melihat bulan terbelah kemudian bercantum semula.

Sekiranya ada yang mempertikaikannya, tidaklah menghairankan kerana Abu Jahal dan Abu Lahab juga mempertikaikannya walau mereka melihat dengan mata sendiri peristiwa bulan terbelah itu.



Pengunjung-pengunjung bulan yang terdiri daripada angkasawan Amerika Syarikat & Rusia, pernah merakamkan gambar di atas bulan yang menunjukkan kesan rekahan besar di atas bulan, mengelilingi bulatan sebesar bulan itu. Gambar yang diambil telah tersiar pada beberapa akhbar dunia & disiarkan dalam sebuah majalah tempatan kita yang bernama al-Hunafa isu 2009/2010 di bawah tajuk 'Splitting of the Moon' yang bermaksud bulan terbelah. Oleh kerana telah disedari bahawa jika dibesar-besarkan cerita tersebut & diketahui umum bulan terbelah dua, dengan kesan yang nyata, maka akan terbukitilah satu lagi bukti yang paling nyata & kuat.





Sumber: Ustaz Dr. Harun Din Al-Hafiz.

Lihatlah sekarang, dalam zaman sains & teknologi, amat terbukti dengan paparan yang begitu nyata bahawa bulan meninggalkan rekahannya di sepanjang lilit bulatannya, menandakan benarnya mukjizat yang telah berlaku ke atas Nabi Muhammad SAW. Inilah satu bukti nyata bahawa mukjizat nabi-nabi yang terdahulu, semuanya telah hilang kesan, sedangkan mukjizat Nabi Muhammad SAW, dengan Al-Quran sebagai kepala segala mukjizat boleh dilihat & dilihat sehingga sekarang. Ini membuktikan bahawa Islam adalah agama Allah yang benar. Wallahu a'lam

Antara 9 Janeral Yang Terhebat Dalam Sejarah Islam



Mengenali 9 Jeneral Perang Terhebat Dalam Sejarah Islam.. Berharap pada zaman 
sekarang akan terdapat juga Jeneral Perang Islam yang berjuang untuk umat Islam 
yang tertindas seperti di Palestin..


1. Khalid Bin WalidKhalid ibn al-Walid (584 - 642)
Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafa 
ArRasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai 
Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia adalah salah satu dari 
panglima-pangli­­ma perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya.


2. Muhammad Al-Fatih ( Mehmed II )

Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih  juga dikenal 
sebagai el-Fatih, "Sang Penakluk". Kejaya­­annya dalam menaklukkan Konstantinopel 
menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & 
strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah 
pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih 
merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.


3. Salahuddin Ayyubi ( Saladin ) Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din 
(1138 - 4 Mac 1193)

Adalah seorang jeneral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Iraq 
sekarang). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Syria, sebahagian Yaman, Iraq, 
Mekah Hijaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena 
kepemimpinan, kekuatan tentera, dan sifatnya yang satria dan pengampun pada saat 
ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang 
ulama. Ia memberikan catatan dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits 
Abu Dawud


4. Abu Ubaidah bin al-Jarrah.
Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Mekah yang termasuk 
antara yang paling awal memeluk agama Islam. Ia ikut berhijrah ke Habasyah (saat ini 
Ethiopia) dan kemudian, beliau berhijrah ke Madinah. Ia mengikuti setiap 
pertempuran dalam membela Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, beliau 
merupakan salah satu calon Khalifah bersama dengan Abu Bakar dan Umar bin 
Khattab. Setelah terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah, beliau dilantik untuk menjadi 
panglima perang memimpin pasukan Muslim untuk berperang melawan kerajaan 
Rom. Beliau meninggal disebabkan oleh wabak penyakit.


5.Sa'ad bin Abi Waqqas.
Sa`ad bin Abi Waqqas merupakan salah seorang yang awal masuk Islam dan salah 
satu sahabat penting Muhammad. Kepahlawanan Sa'ad bin Abi Waqqas tertulis  saat 
memimpin pasukan Islam melawan tentara Persia di Qadissyah. Peperangan ini 
merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.


6. Tariq Bin Ziyad.
Tariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Sepanyol sebagai legenda dengan sebutan 
Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jeneral dari dinasti 
Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, 
Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M


7. Syurahbil bin Hasanah (583-639)
Adalah sahabat Muhammad saw. Dia merupakan salah satu komander terbaik dalam 
pasukan Rasyidin, bertugas di bawah Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin 
Khattab. Dia merupakan salah satu komander lapangan utama selama penaklukan 
Muslim di Syria, bertugas sejak tahun 634 hingga kematiannya pada tahun 639 akibat 
wabak.


8. Abdullah bin Aamir.
Abdullah bin Aamir adalah gabenor Busrha (647–656) dan merupakan jeneral tentera 
yang sangat berjaya pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin Othman bin Affan. 
Dia terkenal atas kehebatannya dalam pengurusan ketenteraan.


9. Amru Bin Ash.
Pada awalnya beliau pernah mengambil bahagian dalam peperangan menentang Nabi 
Muhammad SAW dan kaum Muslim namun masuk Islam bersama Khalid bin Walid. 
Enam bulan setelah memeluk Islam, beliau bersama Rasulullah SAW menakluk Mekah 
dalam peristiwa Fathul Mekkah. Ia adalah panglima perang yang bijak dalam 
mengatur strategi perang.Beliau adalah panglima perang yang menaklukan Baitul 
Maqdis dan Mesir dari cengkaman Romawi. Ia kemudian dilantik sebagai gabenor 
Mesir oleh Umar bin Khattab, tetapi kemudian dipecat oleh Khalifah Usman bin Affan. 
Selanjutnya Muawiyah bin Abu Sufyan melantik kembali beliau menjadi gabenor 
Mesir. Panglima Amru mengerahkan tentera agar menjujung Al Quran dihujung 
tombak, ia menggunakan cara ini dalam pertempuran dengan Ali bin Abi Thalib agar 
Ali bin Abi Thalib menghentikan serangan.

Sumber : sekadar fikrah